Kapal Kandas di Perairan Karimun

Kapal kandas di karimun


Kapal barang bermuatan barang kelontong, perabot dan mobil kandas di perairan Tanjung Balai Karimun pada Jumat dinihari setelah menabrak jaring nelayan sehingga mengakibatkan kipas kapal berhenti berputar dan menimbulkan kerusakan mesin.

KM Mutiara GT 34 yang berlayar dari Batam tujuan Pelabuhan Kolong, Tanjung Balai Karimun sempat terombang-ambing setelah mengalami kerusakan mesin dan nyaris tenggelam setelah air laut pasang pada Jumat pagi, pukul 09.00 WIB.

Tampak dalam gambar proses evakuasi mobil dan muatan kapal oleh tim SAR yang terdiri atas personel TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan dan pemilik kapal dan barang.

Tidak ada korban jiwa dan sebagian barang berhasil diselamatkan, sebagian lainnya terendam air yang memasuki lambung kapal.

11:53 AM | Posted in , , , | Read More »

Perayaan Tahun Baru Dilarang di Barelang

Perayaan atau pagelaran pada malam pergantian tahun 2011 ke 2012 dilarang dilaksanakan di Jembatan Barelang menyusul putusnya akses jalan dari Pulau Rempang menuju Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau setelah diguyur hujan sejak Sabtu (24/12).



Portal kepri.antaranews.com mewartakan Pemerintah Kota Batam melarang kegiatan keramaian di Jembatan I Barelang karena rawan ambruk.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Selasa mengatakan akan mengerahkan aparat kepolisian dan Satpol-PP untuk mengamankan jembatan agar tidak dikunjungi masyarakat untuk merayakan malam tahun baru.

"Kami tidak ingin peristiwa seperti di Mahakam terjadi di Batam, walaupun jembatan tersebut dijamin aman oleh pihak yang membangun," kata Ahmad Dahlan seperti dikutip dari kepri.antaranews.com.

Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan Jembatan I Barelang yang dibangun 13 tahun lalu aman dan bisa bertahan hingga 100 tahun.

Jembatan yang merupakan simbol kota Batam itu dapat dilewati kendaraan berat 20 ton dengan jarak satu kendaraan dengan kendaraan berikutnya dan 500 kg orang per meter persegi.

Artinya, bila seluruh badan jembatan dipenuhi kendaraan dan orang, maka total beban yang ditanggung jembatan sekitar 60 persen dari kemampuan jembatan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan struktur jembatan di antaranya suhu udara, kecepatan angin, geologi dan gempa. Namun, faktor-faktor itu belum mengkhawatirkan, khususnya jembatan I (Fisabilillah) yang memiliki panjang 642 meter dan tinggi 38 meter dari permukaan laut.

Jembatan Fisabilillah bertipe "cable stayed bridge" dengan 90 kabel besar dan 60 kabel kecil bersuspensi dari pylon untuk menopang badan jembatan dari angin.

Keadaan alam di sekitar jembatan juga dinyatakan aman setelah memastikan pondasi atau bored pile sedalam 12 meter kedalaman laut masih dalam kondisi baik sehingga masih mampu mengantisipasi faktor erosi.
(sumber)

4:41 AM | Posted in , , | Read More »

Bupati Karimun Tinjau Banjir di Kundur

Karimun, 26/12 (Media Kepri) - Bupati Karimun Nurdin Basirun didampingi sejumlah pejabat, Minggu meninjau daerah terkena banjir di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (24/12).

foto: keprionline.blogspot.com
Bupati sempat berjalan kaki bersama para pejabat di ruas jalan desa yang tergenang air setinggi pinggang orang dewasa. Tak tanggung-tanggung, jalan terendam air yang ditempuh mencapai lima kilometer.

Sepanjang perjalanan Nurdin yang didampingi sejumlah wartawan sempat meninjau rumah-rumah warga yang terendam air.

"Lumayan capek berjalan di jalan yang terendam dengan tinggi air hingga pinggang," kata Hengky, seorang wartawan media cetak.

Selain meninjau daerah yang terkena banjir, Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun menyalurkan bantuan berupa satu ton beras, sardin serta makanan yang bisa dikonsumsi korban banjir.

Banjir di Kundur terjadi di sejumlah desa dengan ketinggian air antara 50 centimeter hingga 1,5 meter, di antaranya Desa Tanjung Sari, Desa Sei Ungar, Kebun Pinang dan Desa Sawang Laut.

Desa terparah yang terendam air adalah Tanjung Sari di mana genangan air mencapai 1,5 meter pada Minggu pagi.

Ratusan rumah warga dan perkebunan terendam sehingga aktivitas warga lumpuh total, warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi di rumah keluarga dan posko-posko pengungsian yang didirikan pemerintah daerah bersama.(rdi)

12:46 AM | Posted in , , | Read More »

Banjir di Kundur Sampai 1,5 Meter


Karimun (Media Kepri) - Tingginya curah hujan dan berlangsung terus menerus sejak Sabtu (24/12) mengakibatkan beberapa desa di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau banjir dengan ketinggian genangan air mencapai 1,5 meter.

Anggota DPRD Karimun asal Pulau Kundur Muhammad Asyura mengatakan banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter terjadi di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kundur. Sedangkan beberapa desa lain yang juga tergenang air dengan ketinggian mulai dari 50 centimeter terjadi di Desa Sei Sebesi, Sungai Ungar dan Kebun Pinang.

"Warga mengungsi ke tempat saudara yang rumahnya berada di tempat yang lebih tinggi. Sedikitnya delapan posko juga telah didirikan untuk menampung korban banjir," katanya.

Tingginya curah hujan dan berlangsung terus menerus sejak Sabtu mengakibatkan desa-desa di dataran rendah di Pulau Kundur tergenang air. Ratusan rumah dan perkebunan warga juga terendam air.

Asyura mengatakan dirinya secara pribadi telah menyalurkan bantuan berupa indomie dan roti-roti. Sedangkan Pemkab Karimun juga telah menyalurkan bantuan berupa satu ton beras, sardin dan makanan.

"Kami berharap Dinas Kesehatan melakukan langkah tanggap darurat untuk mencegah penyakit pascabanjir," katanya.

Banjir juga terjadi di Desa Sawang hingga merendam ruas jalan lintas Pulau Kundur setinggi 50 centimeter.

"Banyak kendaraan tidak bisa lewat atau takut melintas karena genangan air cukup tinggi," ucap Zuriantiaz.

Ratusan rumah, beberapa sekolah, tempat ibadah dan puskesmas juga tergenang air.

"Di Sungai Ungar air menggenangi halaman karena kebanyakan rumah warga merupakan rumah panggung," katanya menambahkan.(rdi)

3:38 PM | Posted in , , | Read More »

Karimun Banjir

Sejumlah kawasan pemukiman penduduk dan ruas jalan di tiga kecamatan di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau banjir akibat hujan yang mengguyur sejak Jumat (2/12) dinihari.

Banjir disertai hujan pada Jumat tidak hanya menghambat rutinitas warga sehari-hari, tetapi memacetkan sejumlah ruas jalan karena dipenuhi genangan air, seperti di Jalan Pelipit kebanjiran di dua lokasi, yaitu di dekat perumahan Danau Indah dan di dekat rumah makan Taruko.


Seorang pengendara sepeda motor yang membonceng dua anaknya pulang sekolah terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok di tengah genangan air.

Beberapa pengendara berputar arah, sedangkan sebagian lainnya nekad menerobos genangan air yang merendam mesin kendaraan bermotor yang melintas.

"Saya tak berani melintas karena motor saya sering mogok karena kemasukan air," kata Yanto, pengendara.

Dua lokasi tersebut merupakan langganan banjir karena dataran rendah. Banjir dekat perumahan Danau Indah terendam karena menampung luapan air hujan dari Kapling, persisnya dari komplek perumahan Balai Garden yang sedang dibangun. Genangan air di lokasi ini biasanya baru surut keesokan hari karena aliran air mandeg akibat parit yang sempit dan tertimbun tanah.


Sedangkan banjir di dekat rumah makan Taruko akibat luapan air dari drainase yang memanjang dari dataran tinggi Bukit Tiung, Bukit Senang dan Bukit Sidomulyo.

Pemandangan yang sama juga tampak di Jalan A Yani Baran Kecamatan Meral, simpang lampu merah Kapling, simpang tiga RSUD Karimun, Jalan Poros dekat SPBU, Jalan A Yani Tanjung Balai Karimun dan beberapa ruas jalan lain.

Sedangkan pemukiman penduduk yang paling parah terendam air yaitu di Kelurahan Teluk Air, Tanjung Balai Karimun dengan ketinggian air antara lutut hingga pinggang orang dewasa. Puluhan rumah di kawasan tersebut terendam hingga ke dalam rumah.

"Rumah kami tergenang air hingga ruang tamu, kasur tempat tidur anak basah karena tidak sadar air masuk rumah pada subuh tadi. Sedangkan bayi kami terpaksa ditidurkan diayunan meski ibunya haru berdiri dalam genangan," kata Maman, warga Teluk Air.

Warga kesulitan beraktivitas karena genangan air tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

"Jalanan tidak kelihatan karena terendam air, kalau nekad takut masuk lubang atau parit," kata warga lainnya, Deni

Sementara itu, banjir juga terjadi di Baran, Sei Lakam Tanjung Balai Karimun, Sei Raya Meral, Parit Benut, Perumahan Kolombia Kapling serta sejumlah pemukiman lainnya dengan ketinggian antara 20 hingga 50 centimeter.

Puluhan rumah di sejumlah daerah itu juga terendam air hingga dapur dan ruang tamu.

Hingga Jumat siang, genangan air masih tinggi, bahkan di Pelipit belum surut hingga larut malam karena hujan kembali mengguyur pada malam hari.(rdi)

12:41 AM | Posted in , | Read More »

Gubernur: Jangan ada Anak Tak Sekolah

Karimun (Media Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengingatkan warga masyarakat di Kabupaten Karimun agar senantiasa menyadari kewajibannya dalam menyekolahkan anak untuk mendukung program gerakan wajib belajar sembilan tahun.

''Tradisi mewarisi pekerjaan kepada anak dengan mengenyampingkan pendidikan harus dibuang jauh-jauh. Hal ini saya ingatkan karena pendidikan sangat penting dalam mendorong program pengentasan kemiskinan,'' kata Gubernur saat berkunjung ke Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu.

Gubernur Kepri M Sani serahkan bantuan di Kundur, Karimun

Gubernur mengatakan itu karena pada umumnya, masyarakat pesisir dan pulau-pulau yang berprofesi nelayan memiliki tradisi mewarisi pekerjaannya kepada anak sehingga banyak anak yang tidak mengenyam pendidikan.

''Masalah pendidikan menjadi fokus kami selama lima tahun ke depan. Ke depan, tidak ada lagi anak pulau yang tidak sekolah. Program ini tidak akan berjalan tanpa didukung penuh oleh masyarakat,'' katanya.

Pemerintah, kata dia, terus berupaya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyekolahkan anak, salah satunya dengan program pendidikan gratis, dana bantuan operasional sekolah dan pengalokasian anggaran pendidikan yang cukup besar melalui APBD.

''Hanya dengan pendidikan masa depan bangsa bisa menjadi lebih baik. Cukup kaum tua yang tidak tamat SD, jangan sampai anak-anak kita tidak bisa membaca,'' katanya.

Gubernur Sani yang mengunjungi tiga desa di Kecamatan Moro, masing-masing Desa Selat Mie, Jang dan Moro menggelar tatap muka dengan warga masyarakat setempat.

Dia didampingi tokoh pejuang pembentukan provinsi Kepri Huzrin Hood, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Muramis, Kepala Dinas PU Sigit Widiarto, Kepala Biro Humas dan Protokoler, Misbardi dan sejumlah pejabat Pemkab Karimun.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan, salah satunya melalui program bedah rumah tidak layak huni.

''Target kami sebanyak 3.652 rumah direhab setiap tahun. Sehingga pada 2015 nanti mencapai 16 ribu unit rumah yang direhab di seluruh kabupaten/kota di Kepri,'' tuturnya.

Dia berharap warga kurang mampu yang rumahnya belum direhab agar bersabar karena program bedah rumah akan diluncurkan setiap tahun.

"Program ini kita jalankan bertahap karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran,'' ucapnya.

Dalam kunjungannya, Gubernur Sani juga menyalurkan bantuan untuk sejumlah masjid dan bantuan hewan kurban untuk setiap desa. (rdi)

3:58 AM | Posted in , , | Read More »

Pesta Pernikahan di Tengah Banjir


Karimun (Media Kepri) - Pasangan Siti Marsini dan Iskandar, warga RT 03/RW 02 Parit Senggarang, Desa Sei Ungar Utara, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Kamis menggelar pesta pernikahan di tengah banjir setelah daerah itu diguyur hujan dengan curah tinggi pada Kamis dinihari.

Tenda pesta pernikahan yang disiapkan di halaman rumah tergenang air setinggi 30 hingga 50 centimeter.

Para tamu yang menghadiri pesta tersebut terpaksa menyingsingkan celana pakaiannya agar tidak basah terkena genangan air.

Abdullah, panitia penyambut tamu mengatakan pesta pernikahan terpaksa digelar karena undangan terlanjur disebar dan harinya jauh-jauh hari sudah ditetapkan oleh pihak keluarga.

"Banjir yang terjadi diluar perkiraan, apalagi undangan jauh-jauh hari sudah beredar dan perlengkapan termasuk makanan sudah dibeli. Tidak mungkin hajatan ini dibatalkan," katanya.

Dia mengatakan tingginya curah hujan pada Kamis pukul 03.00 dinihari dan baru reda sekitar pukul 10.00 WIB mengakibatkan desa tersebut tergenang air.

Jalan-jalan dan halaman rumah warga tergenang air hingga siang hari sehingga mengganggu aktivitas warga.

Selain perumahan penduduk, halaman sekolah juga terendam meski belum mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

"Musim hujan kali ini cukup berat, guyuran hujan berlangsung lama sehingga memicu banjir. Baru kali ini banjir separah ini," katanya.

Kepala Dusun Parit Senggarang Zainal Abdullah mengatakan banjir di desa itu terakhir kali terjadi pada 2008. Sedangkan banjir kali ini diluar perkiraan karena musim hujan yang melanda sejak dua bulan terakhir.

"Kedalaman parit di pinggir jalan yang dangkal menyebabkan air lambat susut. Genangan air akibat hujan pada dinihari, biasanya baru surut menjelang sore," ucapnya.

Dia mengharapkan pemerintah daerah membantu pengerukan parit desa agar air hujan dapat tertampung sehingga tidak meluap ke perumahan warga.

"Masalah ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah untuk mengantisipasi banjir yang lebih parah," ucapnya.(rdi)

4:02 AM | Posted in , , | Read More »

Proposal Tak Diakomodir, KTNA Ancam Berdemo

Karimun, 24/11 (Media Kepri) - Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengancam akan berdemo setelah proposal pengajuan sarana prasarana tangkap ikan yang diajukan tidak diakomodir pemerintah daerah dalam APBD 2011.

Pantai Tanjung Pengaruh, Desa Pangke dan kawasan industri
"Kami akan memusyawarahkan masalah proposal yang kami ajukan namun tidak tertuang dalam APBD. Kemungkinan nelayan di Pulau Karimun akan berdemo menuntut janji pemerintah daerah," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun, Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Selasa pekan ini.

Amirullah mengatakan nelayan merasa kecewa karena proposal bantuan peningkatan sarana tangkap ikan tidak dianggarkan dalam APBD. Padahal, mata pencaharian nelayan terancam hilang akibat kawasan pantai tempat mereka menangkap ikan berubah menjadi kawasan industri galangan kapal.

"Sepanjang pantai mulai dari Desa Pangke, Pasir Panjang hingga Desa Pongkar sudah diisi oleh perusahaan-perusahaan. Nelayan berharap ada kompensasi karena area tangkap mereka menjadi hilang, salah satu daerah yang sudah terkena dampak adalah di Teluk Setimbul, Pasir Panjang," katanya.

Amirullah mengatakan nelayan tidak mau menuntut ganti rugi kepada perusahaan, tetapi menginginkan pemerintah daerah mengalokasikan dana melalui APBD untuk membeli jaring ikan yang lebih memadai atau kapal yang lebih besar sehingga mereka dapat menangkap ikan di laut jauh dari pantai.

"Ada sekitar 21 kelompok nelayan yang mengajukan bantuan melalui proposal, tapi bantuan yang mereka harapkan tentu secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran," katanya.

Dengan adanya bantuan untuk nelayan sejak 2011 dan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya, diharapkan ribuan nelayan tradisional nantinya sudah bisa menangkap ikan di laut lepas sehingga tidak kehilangan mata pencaharian akibat kawasan pantai berubah jadi daerah industri.

5:30 AM | Posted in , , , | Read More »

Kategori

Komentar

Terbaru

.