Interkoneksi Listrik Dorong Investasi Bintan

Karimun (Media Kepri) - Kekurangan pasokan listrik di Pulau Bintan masih menghambat pertumbuhan investasi, terutama di kawasan perdagangan bebas. Untuk itu, Pulau Bintan sangat membutuhkan interkoneksi listrik dari Batam yang mengalami kelebihan daya listrk.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis sebagaimana diberitakan portal kepri.antaranews.com menyatakan dukungannya agar listrik di Pulau Bintan dikoneksikan dengan listrik dari Batam sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan industri.

"Interkoneksi tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga mengatasi masalah kekurangan pasokan listrik di Bintan," demikian Harry Azhar Azis, anggota DPR dari Partai Golkar asal Kepulauan Riau, Jumat (30/12).

Harry mengatakan ketersediaan energi listrik yang cukup dapat  menjadi jaminan kepada investor agar tetap melanjutkan keinginannya untuk menanamkan modalnya di Pulau Bintan.

Data dihimpun, PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Batam, anak perusahaan PT PLN Persero memiliki daya sebesar 320 Megawatt (MW), sedangkan kebutuhan daya untuk pelanggan sebesar 264 MW sehingga masih terdapat kelebihan daya sekitar 56 MW saat beban puncak.

"Kelebihan daya yang dimiliki PLN Batam dapat digunakan untuk kebutuhan di Bintan," kata Direktur Operasi Indonesia Bagian Barat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Hari Jaya Pahlawan.
Selain itu, kata Hari, pada akhir 2012 daya listrik di Batam akan bertambah 2x55 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Telagga Punggur Batam yang saat ini tengah dikerjakan.

Listrik di Batam, tidak hanya untuk kebutuhan industri, tetapi juga disalurkan untuk pulau-pulau penyangga di sekitarnya dan diharapkan pada akhir 2012 memiliki daya sebesar 430 MW, sedangkan pada 2013 dua mesin pembangkit baru di Tanjunguncang diharapkan sudah beroperasi.

8:33 AM | Posted in , | Read More »

Soechi Anindya Diduga Sering Selundupkan BBM

Karimun, (Media Kepri) - Kapal tanker MT Soechi Anindya, berbendera Indonesia diduga sering menyelundupkan bahan bakar minyak dengan modus "kencing minyak" di tengah laut.

"Informasi yang kami dapatkan, kapal Soechi Anindya ini diduga sudah berulang kali menyelundupkan BBM," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono saat meninjau kapal tersebut saat lego jangkar di perairan Tanjung Balai Karimun, Jumat (16/12).
Dirjen BC (3 kiri) Agung Kuswandono didampingi Kakanwil Ditjen BC Kepri HB Wicaksono (2 kiri) dan Kasi Penegahan dan Penindakan BC Kepri Andhi Pramono meninjau tanker Soechi Anindya
Agung Kuswandono mengatakan sedang mendalami dampak penyelundupan BBM jenis marine fuel oil (MFO) yang diselundupkan MT Soechi Anindya ke lambung kapal tanker MT Fulfill, berbendera Mongolia pada Jumat (9/12).

"Kita akan dalami apakah berdampak pada BBM bersubsidi. MFO yang diselundupkan itu memang BBM nonsubdisi untuk kebutuhan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Belawan, Medan. Timbul pertanyaan dari mana industri mendapatkan BBM sementara kuota untuk industri ada yang diselundupkan," tuturnya.

Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan Pertamina, BP Migas dan instansi terkait lain untuk mengungkap pola-pola penyelundupan BBM.

"Ini merupakan tahap awal, ke depan akan kita upayakan membongkar pola-pola penyelundupan BBM," ucapnya.

MT Soechi Anindya mengangkut sebanyak 5.200 ton MFO dari Pulau Sambu, Batam untuk kebutuhan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Belawan ditangkap oleh kapal patroli BC 20002 sedang transfer muatan ke lambung MT Fulfill di perairan Tanjung Kedabu, Jumat (9/12) pukul 23.00 WIB.

Saat ditangkap, Soechi Anindya telah mentransfer muatan sebanyak 180 ton ke lambung MT Fulfill. MT Fulfill sedang dalam posisi bergerak menjauh dengan haluan menuju perairan Malaysia.

Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan tersebut.

Kedelapan tersangka dijerat dengan Pasal 102A Undang-undang tentang Kepabeanan dengan melakukan kegiatan pindah muatan di luar tempat yang diizinkan dan melakukan penyelundupan ekspor.

11:00 PM | Posted in , | Read More »

Tersangka "Kapal Kencing" Delapan Orang

Tersangka penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis MFO (marine fuel oil) yang melibatkan kapal tanker MT Soechi Anindya dan MT Fulfill yang ditangkap sedang "kencing" oleh patroli Bea Cukai Kepulauan Riau di perairan Tanjung Kedabu, Meranti, Riau ditetapkan sebanyak delapan orang.

MT Soechi Anindya (kanan) dan MT Fulfill dikawal BC 7003 saat lego jangkar di perairan Karimun
Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti Kanwil Khusus Ditjen Bea Cukai Kepulauan Riau Budi Santoso mengatakan, delapan tersangka yang ditetapkan adalah nakhoda, komandan kapal, mualim dan kepala kamar mesin, sedangkan awak kapal ditetapkan sebagai saksi.

Budi Santoso mengatakan itu saat mendampingi Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono yang turut didampingi Kakanwil Khusus Ditjen BC Kepri HB Wicaksono dan Kepala Seksi Operasi Andhi Pramono yang saat berada di atas kapal tanker Soechi Anindya yang lego jangkar di perairan Tanjung Balai Karimun, Jumat (16/12).

"Empat tersangka merupakan penanggung jawab kapal MT Soechi Anindya, empat yang lainnya dari MT Fulfill," katanya.

Jumlah awak kapal MT Soechi Anindya sebanyak 22 orang, termasuk para penanggung jawab kapal, sedangkan MT Fulfil sebanyak 11 orang.

MT Soechi Anindya mengangkut sebanyak 5.200 ton MFO dari Pulau Sambu, Batam untuk kebutuhan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Belawan, Medan. Kapal tanker ini kepergok patroli BC 20002 sedang transfer muatan ke lambung MT Fulfill, sebuah tanker berbendera Mongolia.

Saat ditangkap, Soechi Anindya telah mentransfer muatan sebanyak 180 ton ke lambung MT Fulfill. MT Fulfill sedang dalam posisi bergerak menjauh dengan haluan menuju perairan Malaysia.

Kedelapan tersangka dijerat dengan Pasal 102A Undang-undang tentang Kepabeanan dengan melakukan kegiatan pindah muatan di luar tempat yang diizinkan dan melakukan penyelundupan ekspor.

3:51 PM | Posted in , , | Read More »

Saipem Karimun Yard Resmi Beroperasi

Karimun, (Media Kepri) - Perusahaan fabrikasi dan anjungan minyak lepas pantai atau "offshore" asal Italia, PT Saipem Karimun Yard resmi beroperasi setelah tiga tahun menyiapkan sarana infrastruktur perusahaan yang berlokasi di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo dalam peresmian PT Saipem

Peresmian PT Saipem Karimun Yard ditandai pengguntingan pita oleh Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Sabtu (3/12), didampingi Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo, CEO Saipem Indonesia Pietro Franco Talli, President & Managing Director Saipem Group Michelle Laine, Bupati Karimun Nurdin Basirun, Kepala BP Migas R Priyono dan mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah.

Selain pengguntingan pita, peresmian perusahaan offshore raksasa itu juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur, Bupati Karimun dan Wakil Menteri ESDM.

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan keberadaan PT Saipem Karimun Yard sangat bagus untuk pembangunan perekonomian daerah, khususnya bidang industri anjungan minyak lepas pantai.

"Investasi di Karimun bisa jadi model bagi daerah lain. Artinya, daerah mampu membangun daerahnya sendiri," katanya usai peresmian.

Menurut Widjajono, pembangunan investasi di Provinsi Kepri dan Kabupaten Karimun cukup maju. Dia berharap dapat dikembangkan ke daerah lain di Indonesia yang masih tertinggal, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

"Saya berharap ini bisa jadi model bagi pengembangan investasi di Papua. Pemerintah pusat akan membantu menjadi penghubung dalam mencari investor," katanya.

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan keberadaan PT Saipem akan memberikan dampak positif bagi tumbuhnya industri turunan di Karimun.

"Kita berharapa tenaga kerja lokal bisa terserap di Saipem. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk sama-sama menjaga iklim investasi agar tetap kondusif," katanya.

PT Saipem Karimun Yard merupakan investor pertama di kawasan perdagangan bebas (free trade zone) Karimun dengan nilai investasi terbesar mencapai 450 juta dolar Amerika, untuk tahap awal perusahaan itu telah menanamkan modalnya sebesar 50 juta dolar Amerika untuk pembangunan sarana infrastruktur perusahaan.

Perusahaan ini diperkirakan akan menyerap lima ribu tenaga kerja pada tahun 2012.(rdi)

1:38 AM | Posted in , | Read More »

Pendapatan STS Masih Jauh dari Target

Karimun, 2/11 (Media Kepri) - Pendapatan PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dari pengelolaan jasa labuh jangkar di perairan atau pelabuhan ship to ship transfer masih jauh dari target 2011 sebesar Rp22 miliar.


General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun, Agastiyan Kenanga Bumi di Tanjung Balai Karimun, Rabu mengatakan sampai saat ini pendapatan dari pelabuhan STS baru mencapai Rp9 miliar lebih.

''Krisis politik di beberapa negara di Timur Tengah berdampak menurunnya jumlah kapal tanker asing yang lego jangkar di pelabuhan STS,'' kata Agastiyan.

Menurutnya, umumnya kapal-kapal yang menggunakan pelabuhan STS untuk pindah muatan berasal dari Yaman, Qatar dan negara-negara Arab.

Negara-negara Arab yang mengalami krisis politik dalam negeri mengurangi aktivitas pelayaran kapal-kapal minyak melintasi Selat Malaka dan lego jangkar di perairan Karimun.

Krisis ekonomi di Eropa, lanjut dia turut mempengaruhi pendapatan di pelabuhan STS.

''Ini menjadi permasalahan bagi kami dalam mewujudkan target yang cukup tinggi. Selama ini, pendapatan di STS sangat bergantung pada kestabilan perekonomian dunia,'' ucapnya.

9:57 PM | Posted in , | Read More »

Kategori

Komentar

Terbaru

.